Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 25 | Balasan Terhadap Orang-orang Yang Beriman

Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 25 | Balasan Terhadap Orang-orang Yang Beriman

Orang orang yang beriman adalah orang-orang yang mayakini dengan hati atas keimanannya, kemudian mengucapkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan. Iman tidak hanya sebatas keyakinan di dalam hati atau hanya diucapkan dengan lisan saja, tetapi juga harus dilaksanakan dengan perbuatan, yaitu melaksanakan segala yang disyariatkan dan meninggalkan segala yang dilarang.

Orang yang beriman dalam terminologi al-Quran disebut sebagai Mukmin/Mu’min bagi laki-laki dan Mukminah/Mu’minah bagi perempuan. Istilah ini mengandung arti bahwa, orang yang beriman merupakan orang Islam yang sudah dapat memenuhi semua kehendak Allah (menjalankan segala perintahnya dan meninggalkan larangannya), dan memiliki iman yang kuat di dalam hatinya.

Dalam teologi Islam, setiap perbuatan akan ada balasannya baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Jika seseorang berbuat baik maka balasannya adalah kebaikan pula, begitu pula sebaliknya. Bagi orang-orang yang beriman, Allah menjanjikan balasan kebaikan yang berlipat ganda.

Baca juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 23-24

Untuk lebih jelasnya tentang balasan terhadap orang-orang yang beriman, berikut ini tafsir surat al-Baqarah ayat 25 sebagai berikut.

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 25


وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ  

Artinya: Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyampaikan "berita gembira" kepada orang-orang yang beriman. Sifat-sifat berita gembira itu ialah berita yang dapat menimbulkan kegembiraan dalam arti yang sebenarnya bagi orang-orang yang menerima atau mendengar berita itu. "Berita gembira" hanya ditujukan kepada mereka yang bekerja dan berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh agama. Karena itulah Allah menyuruh Nabi Muhammad menyampaikan berita gembira itu kepada mereka yang beriman dan berbuat baik.

Iman yang dihargai Allah adalah iman yang hidup, yakni iman yang dibuktikan dengan amal kebajikan. Sebaliknya, Allah tidak menghargai amal apabila tidak berdasarkan iman yang benar.

"Amal" (perbuatan) ialah mewujudkan suatu perbuatan atau pekerjaan, baik berupa perkataan, perbuatan atau pun ikrar hati, tetapi yang biasa dipahami dari perkataan "amal" ialah perbuatan anggota badan. Amal baik mewujudkan perbuatan yang baik seperti yang telah ditentukan oleh agama.

Pada ayat di atas Allah swt menyebut perkataan "beriman" dan "berbuat baik", karena "berbuat baik" itu adalah hasil daripada "iman". Pada ayat di atas ini juga disebut balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman, yaitu surga dengan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya.

"Surga" menurut bahasa berarti "taman" yang indah dengan tanam-tanaman yang beraneka warna, menarik hati orang yang memandangnya. Yang dimaksud dengan "surga" di sini tempat yang disediakan bagi orang yang beriman di akhirat nanti.

Surga termasuk alam gaib, tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang perlu dipercaya adalah bahwa surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan jasmani dan rohani yang disediakan bagi orang yang beriman. Bentuk kenikmatan itu tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi. (Tafsir Kemenag)

Posting Komentar

0 Komentar