Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 42 | Larangan Mencampuradukkan yang Hak dan yang Bathil

Larangan Mencampuradukkan yang Hak dan yang Bathil

Kata hak mengandung arti sebagai kebenaran yang tidak dapat disandingkan apalagi dicampuradukkan dengan segala sesuatu yang bathil. Hal ini sangat dilarang keras dalam agama Islam. Kebenaran harus berada pada tempatnya sebagai suatu hal yang mulia, sedangkan kebathilan harus ditinggalkan karena merupakan keburukan yang nista.

Allah mengecam dan melarang keras orang yang suka mencampuradukkan antara yang hak dan yang bathil, dan antara yang benar dan yang bohong. Sebab dengan cara yang semacam ini, maka tidak dapat lagi dibedakan mana yang hak dan mana yang bathil, sehingga pada akhirnya hukum Allah akan bercampur antara yang dilarang dan yang disuruh.

Jika seorang muslim tau tentang suatu kebenaran, maka harus disampaikan kepada orang lain, jangan sampai menyembunyikannya, karena itu akan menyebabkan orang yang tidak mengetahuinya akan tersesat dengan mencampuradukkan yang hak dan yang bathil.

Baca juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 40-41

Untuk lebih jelasnya tentang hal ini, berikut tafsir surat al-Baqarah ayat 42 tentang larangan mencampuradukkan yang hak dan yang bathil.

وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ  

Artinya: Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Dalam ayat ini terdapat dua macam larangan Allah yang ditujukan kepada Bani Israil, yaitu:

1. Agar mereka jangan mencampuradukkan yang hak dengan yang batil. Maksudnya, pemimpin-pemimpin Bani Israil suka memasukkan pendapat-pendapat pribadi ke dalam Kitab Taurat, sehingga sukarlah untuk membedakan mana yang benar. Terutama dalam penolakan mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw, mereka membuat-buat alasan untuk menjelek-jelekkannya, dan menyalahtafsirkan ucapan-ucapan nenek moyang mereka, sehingga mereka lebih berpegang kepada ucapan para pemimpin dan tradisi mereka, daripada menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Walaupun perintah itu ditujukan kepada Bani Israil, namun isinya dapat pula ditujukan kepada kaum Muslim dari segala lapisan, terutama para pemimpin dan orang-orang yang memegang kekuasaan, sehingga ayat ini seakan-akan mengatakan, "Hai orang-orang yang memegang kekuasaan, janganlah kamu campur adukkan antara keadilan dan kezaliman, hai para hakim, janganlah kamu campur adukkan antara hukum dan suap; hai para pejabat, janganlah kamu campur adukkan antara tugas dan korupsi; hai para sarjana, janganlah kamu campur adukkan antara ilmu dan harta, dan sebagainya.")

2. Agar mereka tidak menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya. Maksudnya: Bani Israil itu telah menyembunyikan kebenaran yang telah mereka ketahui dari kitab suci mereka. Antara lain ialah berita dari Allah tentang Nabi Muhammad saw yang akan diutus sebagai penutup dari semua rasul Allah untuk seluruh umat manusia. Hal ini sengaja mereka tutupi dari masyarakat umum, bahkan mereka berusaha menjelekkan Nabi Muhammad saw, untuk menghalangi manusia beriman kepadanya. Ayat ini mencela perbuatan mereka yang demikian itu, dan setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan sesuatu yang benar. Sesudah Allah menyampaikan seruan kepada mereka untuk beriman kepada Al-Qur'an, lalu pada ayat berikut ini Allah memerintahkan agar mereka senantiasa melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh syariat terutama melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tunduk serta taat kepada perintah-perintah Allah. (Tafsir Kemenag)

Nah, itulah terjemahan surat al-Baqarah ayat 42 tentang larangan mencampuradukkan yang hak dan yang bathil, yang pada intinya bahwa kebenaran harus ditegakkan, jangan disembunyikan apalagi dicampuradukkan dengan kebathilan. (Tafsir Kemenag)

Posting Komentar

0 Komentar