Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 48 | Peringatan Tentang Keadaan di Hari Kiamat

Peringatan Tentang Keadaan di Hari Kiamat

Hari kiamat merupakan suatu keadaan yang pasti akan dialami oleh umat manusia diakhir zaman kelak. Hari yang digambarkan sebagai kehancuran alam semesta ini ditandai dengan berbagai fenomena yang sudah ada sejak lama.

Banyak sekali tanda-tanda kiamat yang sudah ada saat ini, seperti laki-laki yang berperilaku seperti wanita atau wanita yang berperilaku seperti laki-laki, bahkan yang lebih parah lagi mereka tunjukan di depan umum dengan menikah sesama jenis.

Selain itu, tanda yang dirasakan saat ini salah satu tanda adalah telah muncul dajal-dajal kecil yang mempengaruhi manusia untuk tidak beriman kepada Allah dengan memberikan berbagai macam kesenangan duniawi.

Setelah tanda-tanda kecil kiamat, maka akan muncul tanda-tanda yang lebih besar yang menandakan bahwa hari kiamat tidak akan lama lagi. Hal ini sehingga dalam al-Quran Allah memperingatkan manusia tentang akan keadaan di hari kiamat, sehingga manusia mempersiapkan diri menghadapinya.

Berikut tafsir surat al-Baqarah ayat 48 tentang peringatan tentang keadaan di hari kiamat.

وَٱتَّقُواْ يَوۡمٗا لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسٖ شَيۡٔٗا وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَٰعَةٞ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ 

Artinya: Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

Allah memperingatkan kepada Bani Israil yang ada pada waktu turunnya ayat ini, agar mereka kembali ke jalan yang benar, mengikuti agama Allah, yang telah disempurnakan dengan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan jalan itu mereka dapat menjaga diri mereka dari azab hari Kiamat, yang tak akan dapat dibendung oleh siapa pun juga, tak seorang pun dapat menyelamatkan diri dari padanya kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mengikuti syariat dan petunjuk-petunjuk Allah.

Baca juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 47

Allah swt menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti tak seorang pun dapat memberikan pertolongan kepada orang lain agar terbebas dari azab-Nya, dan setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing. Seseorang tidak dapat memikul dosa orang lain, walaupun dia bersedia. Hal ini merupakan ketegasan dari Allah atas ketidakbenaran anggapan mereka bahwa berdasarkan keutamaan yang ada pada mereka, mereka akan memperoleh syafaat. Padahal anggapan itu tidak benar, karena orang-orang yang berimanlah yang akan memperoleh syafaat dari Allah.

Syafaat ialah pertolongan yang diberikan oleh rasul atau orang-orang tertentu untuk meringankan azab atau beban seseorang di akhirat, atas izin Allah. Dalam hubungan ini Allah swt berfirman:

Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An'am/6:164)

Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu, tidak akan dipikulkan untuknya sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. (Fatir/35:18)

 Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80:34-37)

Walau peringatan ini ditujukan kepada Bani Israil, namun berlaku juga bagi umat Islam, agar mereka selama hidup di dunia berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, agar kelak pada hari Kiamat terhindar dari azab Allah. Caranya ialah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan melaksanakan syariat-syariat-Nya.

Posting Komentar

0 Komentar