Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hal-hal Yang dapat Membatalkan Wudhu

8 Hal ini dapat Membatalkan Wudhu

Adakah hal-hal yang dapat membatalkan wudhu seseorang? Ya ada beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu seseorang, diantaranya yaitu sebagai sebagai berikut:


Keluarnya sesuatu dari Qubul atau Dubur

Qubul merupakan lubang kemaluan, sedangkan dubur adalah lubang belakang. Jika sesuatu keluar dari keduanya baik itu disengaja maupun tidak disengaja maka, hal itu telah membatalkan wudhu seseorang. Sesuatu yang keluar dari kedua lubang ini bisa berbentuk cair, padat, dan gas. 

Madzi dan Wadi


Termasuk yang membatalkan yang keluar dari kemaluan seorang laki-laki adalah madzi dan wadi.

Madzi adalah sesuatu yang keluar dari kemaluan seseorang lelaki setelah dia bercumbu, melihat atau berpikir mengenai seks. Dia adalah air yang kental yang keluar dengan cara mengalir dan tidak memancar laksana mani.

Sedangkan wadi adalah air berwarna putih yang keluar setelah buang air kecil.

Keduanya membatalkan wudhu seperti kencing, dan kewajiban seseorang yang keluar madzi dan wadi adalah istinja’ dan wudhu.

Keluarnya Angin dari Anus


Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim disebutkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لاَيَقْبَلُ اللهَ صَلاَةَ اَحَدُكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّاءَ

Artinya: Allah tidak menerima shalat salah seorang dianatara kamu bila ia berhadats, sehingga ia berwudhu”.

Abu Hurairah menafsirkan kata “hadats”, di sini ada orang bertanya kepadanya: “apa yang dimaksud dengan hadats”? Dia berkata: kentut yang tidak terdengar suaranya dan kentut yang terdengar suaranya.

Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Zaid dari Ashim Al-Anshari, bahwa dia mengadukan sesuatu kepada Rasulullah tentang seseorang yang ragu merasakan sesuatu pada saat shalat yakni dia merasakan ada angin keluar dari anusnya, maka Rasulullah SAW bersabda:

لاَيَنْفَتِلْ أَوْ لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَرِيْحًا

“Janganlah dia berhenti (berpaling) hingga dia mendengar bunyi atau dia mencium bau”.

Artinya, dia masih tetap berada dalam keadaan suci dan dalam wudhunya, karena itu adalah keyakinan, dan keyakinan tidak hilang disebabkan keraguan, lain halnya jiak dia mendengar suara kentutnya atau mencium baunya.

Tidur Berat


Hal yang disepakati membalatkan wudhu adalah tidur nyeyak dan lama. Sebagaimana tidurnya seseorang yang tidur di malam hari, kemudian dia bangun pagi.

Sedangkan yang berupa kantuk, maka dia tidak membatalkan wudhu, sebab itu adalah tidur ringan.

عَنْ أَنَسِ ابْنِ مَالِكِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م عَلَى عَهْدِنِ يَنْتَظِرُوْنَ الْعِشَاءَ حَتَّى تَحْفِقَ رَؤُسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّوْنَ وَلاَ يَتَوَضَّؤُنَ (أَخْرَجَهُ أبُوْ دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ الدَّارَ قُطْنِى وَاَصْلُهُ فِو مُسْلِمٍ

Bersentuhan laki-laki dan Perempuan 


Bersentuhan laki-laki dan perempuan yang belumh nikah dan yang bukan muhrim yang telah baligh dan berakal, dan tidak ada penghalang antara keduanya. Pandangan tentang bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan ini menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Dalam beberapa mazhab tidak membatalkan wudhu.

Menyentuh Kemaluan


Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa ada penghalang, maka akan membatalkan wudhu.

Nabi saw., "Barangsiapa yang memegang kemaluannya, maka hendaklah berwudhu'." (H.R. Ibnu Majah).

Betul, ia memang bagian dari anggota badanmu, bila sentuhan tidak diiringi dengan gejolak syahwat, karena sentuhan model seperti ini sangat memungkinkan disamakan dengan menyentuh anggota badan yang lain. Ini jelas berbeda jauh dengan menyentuh kemaluan karena termotivasi oleh gejolak syahwat. Sentuhan seperti ini sama sekali tidak bisa diserupakan dengan menyentuh anggota tubuh yang lain karena menyentuh anggota badan yang tidak didorong oleh syahwat dan ini adalah sesuatu yang amat sangat jelas, sebagaimana yang pembaca lihat sendiri (Tamamul Minnah hal:103).

Makan Daging Unta


Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bara' bin 'Azib ra ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, "Berwudhu'lah disebabkan (makan) daging unta, namun jangan berwudhu' disebabkan (makan) daging kambing!" (H.R. Ibnu Majah dan  Tirmidzi).

Dari Jabir bin Samurah r.a. bahwa ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw. apakah saya harus berwudhu' (lagi) disebabkan (makan) daging kambing? Jawab Beliau, "Jika dirimu mau, silakan berwudhu'; jika tidak jangan berwudhu' (lagi)." Dia bertanya (lagi) "Apakah saya harus berwudhu' (lagi) disebabkan (makan) daging unta?" Jawab Beliau, "Ya berwudhu'lah karena (selesai makan) daging unta!" (H.R. Muslim).

Hilangnya Kesadaran Akal


Hilang kesadaran merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat berfikir secara rasional sebagaimana manusia normal lainnya, hal ini bisa disebabkan karena mabuk dan sakit.

Demikianlah postingan kali ini, tentang hal-hal yang dapat membatalkan wudhu, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Posting Komentar untuk "Hal-hal Yang dapat Membatalkan Wudhu"