Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Empat Hal Yang Harus Ada Pada diri Manusia: Amanah, Jujur, Akhlak Mulia dan Menjaga Kesucian

Empat Hal Yang Harus Ada Pada diri Manusia: Amanah, Jujur, Akhlak Mulia dan Menjaga Kesucian

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kesempurnaan manusia ini salah satunya karena diberikan akal untuk berpikir tentang berbagai hal yang ada di dunia ini, termasuk di dalamnya manusia menjaga dirinya dari perbuatan yang rugi dan memiliki hal-hal yang baik.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad Bin Hambal yaitu:

Ada empat sifat yang apabila semuanya ada pada dirimu, maka tidak akan menjadi sebab kalian ditimpa kesusahan, empat sifat tersebut adalah:

1. Menjaga Amanah

2. Bicara jujur

3. Berakhlak mulia

4. Senantiasa menjaga kesucian

Berdasarkan hadist tersebut di atas memegang teguh amanah itu adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini, sekali saja orang tidak amanah, maka orang lain sulit untuk mempercayai kita, berbuat jujur dan tidak melakukan dusta dalam pergaulan di masyarakat, apapun posisi dan status sosial seseorang tentu kita harus menjaga diri dari sifat-sifat yang akan mengotori diri kita semua. Serta senantiasa menjaga kesucian artinya adalah:

Pertama : Membersihakan diri kita dari keburukan akhlak

Kedua : Membersihakan diri dari kotoran penyakit hati

Ketiga : Membersihkan diri dari perilaku dan perbuatan jahiliyah

Dalam al-Qur’an Yunus 10:57

“Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dan pelajaran (Al-Qur’an) dari Rabb-Mu, penyembuh dari penyakit–penyakit dalam dada (dalam hati manusia) dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

Bagaimana kiat untuk membersihkan hati, dan mengembalikan kepada fitrah, yaitu 3 hal penting yang harus kita lakukan:

Pertama : Berdo’a kepada Allah

Kedua : Menghilangkan Al-Ghaflah (Kelalaian)

Ketiga : Melakukan Tazkiyatun Nafs (pensucian jiwa) yaitu senantiasa Tawaddu’ di jalan Allah.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di mengatakan Bahwa Allah Subhanahu wata’ala menjadikan akal kepada manusia adalah:

1. Agar manusia cenderung menganggap baik pada kebenaran

2. Agar manusia cenderung menganggap buruk segala yang bathil

3. Karena dalam hukum islam kata beliau, apa yang ada dalam hukum islam/syariat Islam baik yang lahir maupun yang bathin Allah telah menjadikan pada hati semua makhluknya, kecendrungan untuk menerimanya, maka

Allah menjadikan di hati mereka rasa cinta kepada kebenaran dan selalu mengutamakannya, itulah hakikat fitrah yang disebutkan dalam ayat tersebut

Akan tetapi masih ada daripada sebagian manusia, memutar balikkan penafsiran ayat Al-Qur’an yang sangat mulia tersebut, dimana sesuatu yang sudah jelas kebathilannya, malah itu yang dianggap sesuatu yang haq, di belanya mati-matian, begitu yang lainnya sesuatu yang jelas-jelas hukum haram maka yang haram itu tetap di kerjakannya, dan dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja, sehingga ada ungkapan yang menyesatkan “jangankan yang halal, yang haram saja sulit untuk mencarinya”, kenapa hal tersebut bisa terjadi, padahal misalnya pelakunya adalah seorang yang tahu di agama, seorang pejabat, seorang pemimpin,  seorang wakil rakyat, dan atribut sosial lainnya, hal tersebut disebabkan karena mereka tidak menggunakan akal sehatnya, akan tetapi akal yang Allah berikan kepada manusia, yang mana manusia dengan akal pikirannya sesungguhnya dapat membedakan antara haq dan bathil, yang halal dan yang haram, yang sunnah dan yang bid’ah, yang tauhid dan yang syirik, akal fikiran yang sehat ini tidak di gunakan sebagai mana metinya, akan tetapi selalu di gunakan untuk mengakal-akali, sehingga yang haram dijadikan yang halal, yang bathil di jadikan yang haq, yang bid’ah dikerjakan, yang sunnah malah ditinggalkan, itulah potret kehidupan manusia.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda yang artinya Semua bayi yang (baru lahir) dilahirkan diatas fitrah (cenderung kepada Islam) lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan orang Yahudi, Nashrani atau Majusi.

Dari ‘Yadh Himar al-Majusy, bahwa Rasulullah bersabda:

(Allah berfirman) sesungguhnya Aku menciptakan para hambaku, semua dalam keadaan hanif (lurus dan cenderung kepada kebenaran) dan sungguh kemudian syaithan mendatangi mereka, lalu memalingkan mereka dari agama mereka.

Hadist tersebut diatas menunjukkan bahwa manusia dilahirkan kedunia ini dalam keadaan fitrah cendrung menerima islam dan beribadah kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-A’raf:172 

“Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam, dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari terhadap diri mereka (seraya berfirman) “Bukankah aku ini RabbMu” mereka menjawab “Betul (engkau Rabb kami) kami menjadi saksi “(Kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lalai dalam terhadap ini (Iman dan Tauhid keapada Allah)

Sumber

Khairul Anam. 2019. Kumpulan Khutbah Inspiratif. Ponorogo: Barko Group

Posting Komentar untuk "Empat Hal Yang Harus Ada Pada diri Manusia: Amanah, Jujur, Akhlak Mulia dan Menjaga Kesucian"